Pengantar & Biografi
Mengenal Al-Imam Al-Haddad dan Kitab An-Nashaih Ad-Diniyyah
Tentang Pengarang: Imam Al-Haddad
Beliau adalah Al-Imam Al-Allamah Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad (1044-1132 H). Lahir di Subair, Tarim, Hadramaut. Meskipun beliau kehilangan penglihatannya sejak kecil, Allah menggantinya dengan cahaya mata batin (bashirah ) yang tajam. Beliau dijuluki Qutb al-Irshad dan Ghaits al-Bilad wal Ibad . Karya-karyanya menjadi rujukan utama dalam tasawuf dan dakwah.
Bab 1: Takwa Pondasi keselamatan dunia dan akhirat.
5 Dalil Al-Qur'an & Hadits
وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ...
"Dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan juga kepadamu; Maka dari itu bertakwalah kepada Allah." (QS. An-Nisa: 131)
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar." (QS. Ath-Thalaq: 2)
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ
"Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kalian." (QS. Al-Hujurat: 13)
وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ
"Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 194)
وَيُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ
"Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka." (QS. Az-Zumar: 61)
3 Syarah / Nasehat Imam Al-Haddad
Kalam Imam Al-Haddad
التَّقْوَى عِبَارَةٌ عَنِ امْتِثَالِ أَوَامِرِ اللهِ تَعَالَى وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا
"Takwa ibarat menjalankan segala perintah Allah swt dan menjauhi segala larangan-Nya yang dzahir maupun batin, disertai rasa pengagungan kepada Allah dan takut kepada-Nya."
Imam Al-Haddad menekankan definisi takwa yang menyeluruh, bahwa tidak cukup hanya meninggalkan dosa secara fisik, tetapi hati juga harus tunduk dengan rasa 'haibah' (agung) dan 'khasyah' (takut).
Kalam Imam Al-Haddad
فَلاَ خَيْرَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا إِلاَّ وَالتَّقْوَى سَبِيْلٌ إِلَيْهِ
"Maka tidak ada kebaikan di dunia dan akhirat, baik yang dzahir maupun batin, melainkan ketakwaan adalah jalan satu-satunya untuk mencapainya."
Beliau menegaskan bahwa takwa adalah kunci tunggal. Siapapun yang mencari kebaikan melalui jalan selain takwa, ia akan tersesat dan tidak akan menemukannya.
Kalam Imam Al-Haddad
فَأَكْرَمُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاهُمْ ، لَا بِلْأَنْسَابِ وَلاَ بِالْأَمْوَالِ
"Maka makhluk yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa, bukan karena nasab (keturunan) dan bukan pula karena harta benda."
Nasehat ini meruntuhkan kesombongan jahiliyah. Imam Al-Haddad mengingatkan bahwa garis keturunan atau kekayaan tidak bernilai di hadapan Allah tanpa dibarengi dengan ketakwaan.
Bab 2: Ilmu Kewajiban menuntut ilmu dan bahaya kebodohan.
5 Dalil Al-Qur'an & Hadits
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
"Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim."
يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ
"Allah meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ بِهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
"Barangsiapa menempuh jalan mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan ke surga."
فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ
"Keutamaan orang alim atas ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang."
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama."
3 Syarah / Nasehat Imam Al-Haddad
Kalam Imam Al-Haddad
فَلاَ عُذْرَ لِلْجَاهِلِ فِي تَرْكِ التَّعَلُّمِ ، وَلاَ لِلْعَالِمِ فِي تَرْكِ الْعَمَلِ
"Maka tidak ada alasan (udzur) bagi orang bodoh untuk tidak menuntut ilmu, dan tidak ada alasan bagi orang 'alim untuk tidak mengamalkan ilmunya."
Imam Haddad menutup pintu alasan bagi kebodohan. Selama sarana belajar ada, wajib hukumnya belajar. Begitu pula bagi yang sudah tahu, wajib mengamalkan.
Kalam Imam Al-Haddad
وَالْعَالِمُ الَّذِي لاَ يَعْمَلُ بِعِلْمِهِ كَالشَّمْعَةِ تُضِيءُ لِلنَّاسِ وَتُحْرِقُ نَفْسَهَا
"Dan orang 'alim yang tidak mengamalkan ilmunya ibarat lilin yang menerangi orang lain tetapi membakar dirinya sendiri."
Perumpamaan yang sangat tajam tentang ulama *su'* (buruk). Mereka memberi manfaat bagi orang lain (cahaya ilmu), tapi mereka sendiri hancur (terbakar) karena tidak mendapat hidayah dari ilmunya.
Kalam Imam Al-Haddad
وَعَلاَمَةُ عُلَمَاءِ الْآخِرَةِ : أَنْ يَكُوْنَ خَاشِعًا ، مُتَوَاضِعًا ، خَائِفًا مِنَ اللهِ
"Dan tanda-tanda ulama akhirat adalah: ia seorang yang khusyu', rendah hati (tawadhu'), dan takut kepada Allah swt."
Beliau memberikan indikator untuk membedakan ulama sejati dengan ulama dunia. Ilmu sejati pasti membuahkan rasa takut (Khasyah) dan kerendahan hati.
Bab 3: Shalat Tiang agama dan hubungan vertikal dengan Allah.
5 Dalil Al-Qur'an & Hadits
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ
"Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustha." (QS. Al-Baqarah: 238)
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar." (QS. Al-Ankabut: 45)
أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ
"Amal yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat."
لَيْسَ لِلْعَبْدِ مِنْ صَلاَتِهِ إِلاَّ مَا عَقَلَ مِنْهَا
"Seorang hamba tidak memperoleh dari shalatnya kecuali apa yang ia sadari (khusyu')."
صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
"Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak 27 derajat."
3 Syarah / Nasehat Imam Al-Haddad
Kalam Imam Al-Haddad
فَظَاهِرُ الصَّلاَةِ : حِفْظُ الْبَدَنِ وَالْجَوَارِحِ ، وَبَاطِنُ الصَّلاَةِ : حِفْظُ الْقَلْبِ
"Maka dzahirnya shalat adalah menjaga badan dan anggota tubuh, sedangkan batinnya shalat adalah menjaga hati (agar hadir bersama Allah)."
Imam Haddad membagi shalat menjadi dua rukun besar: gerakan fisik yang harus sesuai fiqih, dan kehadiran hati yang merupakan ruh dari shalat itu sendiri.
Kalam Imam Al-Haddad
فَمَنْ أَقَامَ ظَاهِرَهَا دُوْنَ بَاطِنِهَا كَمَنْ أَهْدَى إِلَى مَلِكٍ جَارِيَةً مَيِّتَةً لاَ رُوْحَ فِيْهَا
"Barangsiapa mendirikan dzahir shalat tanpa batinnya, ia seperti orang yang menghadiahkan kepada Raja seorang budak wanita yang mati tanpa nyawa."
Sebuah analogi yang sangat kuat. Shalat tanpa khusyu' adalah bangkai ibadah. Bukannya mendapat hadiah dari Raja (Allah), justru bisa mengundang murka.
Kalam Imam Al-Haddad
وَأَقْبَحُ مَا يَكُوْنُ مِنَ الْمُؤْمِنِ دُخُوْلُ وَقْتِ الصَّلاَةِ وَهُوَ مُشْتَغِلٌ بِعَمَلِ الدُّنْيَا
"Dan seburuk-buruk keadaan bagi seorang mukmin adalah ketika masuk waktu shalat, sedangkan ia masih sibuk dengan pekerjaan duniawi."
Beliau mengecam keras penundaan shalat karena urusan dunia. Sikap ini menunjukkan rendahnya prioritas Allah di hati hamba tersebut.
Bab 4: Zakat Penyuci harta dan bukti kepedulian sosial.
5 Dalil Al-Qur'an & Hadits
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ
"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat."
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103)
حَصِّنُوا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ
"Bentengilah harta kalian dengan zakat."
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
"Sedekah tidak akan mengurangi harta."
لاَ تُبْطِلُوا۟ صَدَقَٰتِكُم بِٱلْمَنِّ وَٱلْأَذَىٰ
"Janganlah kamu membatalkan (pahala) sedekahmu dengan mengungkit-ungkit dan menyakiti." (QS. Al-Baqarah: 264)
3 Syarah / Nasehat Imam Al-Haddad
Kalam Imam Al-Haddad
فَالْمَالُ الْمُزَكَّى مَحْصُوْنٌ مَحْفُوْظٌ فِي حِرْزِ اللهِ
"Harta yang telah dikeluarkan zakatnya adalah harta yang terbentengi dan terjaga dalam perlindungan Allah."
Imam Haddad meyakinkan bahwa zakat adalah asuransi ilahi. Harta yang dizakati tidak akan binasa, sedangkan yang binasa biasanya adalah harta yang tidak dibersihkan.
Kalam Imam Al-Haddad
وَمِنْ آدَابِ الْمُزَكِّي : أَنْ يُخْرِجَهَا بِطِيْبِ نَفْسٍ وَانْشِرَاحِ صَدْرٍ
"Dan diantara adab orang yang berzakat: Hendaknya ia mengeluarkannya dengan jiwa yang baik (rela) dan dada yang lapang (gembira)."
Zakat tidak boleh dikeluarkan dengan hati yang berat atau merasa terpaksa. Kebahagiaan saat memberi adalah tanda keimanan yang sempurna.
Kalam Imam Al-Haddad
وَأَمَّا مَنْعُ الزَّكَاةِ فَهُوَ مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ
"Adapun mencegah (tidak membayar) zakat, maka itu termasuk dosa yang paling besar dari dosa-dosa besar (Al-Kabair)."
Beliau memperingatkan dengan tegas bahwa menahan zakat bukan sekadar kelalaian biasa, tapi dosa besar yang menyejajarkan pelakunya dengan ancaman siksa neraka.
Bab 5: Puasa Menahan hawa nafsu dan membersihkan jiwa.
5 Dalil Al-Qur'an & Hadits
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa..." (QS. Al-Baqarah: 183)
الصَّوْمُ جُنَّةٌ
"Puasa itu adalah perisai."
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوْعُ وَالْعَطَشُ
"Betapa banyak orang berpuasa tidak mendapat apa-apa kecuali lapar dan dahaga."
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosanya yang lalu."
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ : فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
"Bagi orang berpuasa ada dua kebahagiaan: bahagia saat berbuka dan bahagia saat bertemu Tuhannya."
3 Syarah / Nasehat Imam Al-Haddad
Kalam Imam Al-Haddad
أَمَّا رُوْحُ الصَّوْمِ : فَهُوَ الْإِمْسَاكُ عَنِ الْآثَامِ وَالْمُحَرَّمَاتِ
"Adapun ruh (hakikat nyawa) puasa adalah menahan diri dari dosa-dosa dan perkara yang diharamkan."
Imam Haddad menjelaskan bahwa puasa fisik (menahan makan minum) hanyalah "jasad" puasa. Nyawanya ada pada menahan diri dari maksiat.
Kalam Imam Al-Haddad
فَإِذَا صُمْتَ فَأَحْسِنْ صِيَامَكَ بِإِخْلاَصِ النِّيَّةِ وَحِفْظِ الْجَوَارِحِ
"Apabila engkau berpuasa, maka perbaguslah puasamu dengan mengikhlaskan niat dan menjaga seluruh anggota tubuh."
Kualitas puasa ditentukan oleh dua hal: niat yang murni (bukan karena adat atau malu pada manusia) dan totalitas menjaga anggota tubuh.
Kalam Imam Al-Haddad
وَمِنْ آدَابِ الصَّائِمِ : أَنْ لاَ يُكْثِرَ النَّوْمَ بِالنَّهَارِ وَلاَ الْأَكْلَ بِاللَّيْلِ
"Dan diantara adab orang berpuasa adalah: Tidak memperbanyak tidur di siang hari dan tidak memperbanyak makan di malam hari."
Nasehat praktis agar tujuan puasa (melemahkan syahwat) tercapai. Jika siang tidur dan malam balas dendam dengan makan, maka syahwat tidak akan pecah.
Bab 6: Haji Perjalanan suci menuju Baitullah.
5 Dalil Al-Qur'an & Hadits
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
"Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah." (QS. Ali Imran: 97)
الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
"Haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga."
مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
"Barangsiapa haji dan tidak berkata kotor serta tidak berbuat fasik, ia kembali suci seperti bayi yang baru lahir."
تَعَجَّلُوا إِلَى الْحَجِّ
"Segerakanlah untuk mengerjakan haji."
مَا رُئِيَ الشَّيْطَانُ يَوْمًا هُوَ فِيهِ أَصْغَرُ... مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ
"Tidaklah setan terlihat lebih kecil, hina, dan marah... dibanding pada hari Arafah (karena turunnya rahmat Allah)."
3 Syarah / Nasehat Imam Al-Haddad
Kalam Imam Al-Haddad
فَلاَ يَنْبَغِي لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يُؤَخِّرَ وَيَتَكَاسَلَ وَيُسَوِّفَ بِالْأَعْذَارِ
"Maka tidak sepantasnya bagi seorang mukmin untuk menunda-nunda, bermalas-malasan, dan beralasan dengan berbagai udzur (untuk berhaji)."
Imam Haddad mengingatkan bahaya menunda haji (Taswif). Siapa yang sudah mampu wajib menyegerakan, karena masa depan tidak ada yang tahu.
Kalam Imam Al-Haddad
وَمِنْ أَكَدِ الْمُهِمَّاتِ فِي الْحَجِّ : أَنْ يَكُوْنَ زَادُهُ طَيِّبًا وَنَفَقَتُهُ حَلاَلاً
"Dan diantara perkara terpenting dalam haji adalah: Hendaknya bekalnya baik dan nafkahnya berasal dari harta yang halal."
Syarat mutlak haji mabrur adalah bekal halal. Haji dengan harta haram ditolak Allah, sebagaimana doa orang yang makanannya haram.
Kalam Imam Al-Haddad
وَلْيَكُنِ الْمُسَافِرُ إِلَى الْحَجِّ طَيِّبَ النَّفْسِ بِمَا يُنْفِقُهُ
"Hendaknya orang yang bepergian haji memiliki jiwa yang baik (ikhlas/senang) dengan apa yang ia infakkan di jalan itu."
Jangan pelit saat haji. Mengeluarkan harta untuk haji harus dengan hati senang, bukan menggerutu karena biayanya mahal.
Bab 7: Amar Ma'ruf Nahi Munkar Menegakkan agama dan mencegah kerusakan.
5 Dalil Al-Qur'an & Hadits
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ
"Dan hendaklah ada diantara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar." (QS. Ali Imran: 104)
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ...
"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf..." (QS. Ali Imran: 110)
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ...
"Barangsiapa diantara kalian melihat kemunkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya..."
لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا...
"Hendaklah kalian beramar ma'ruf nahi munkar, atau (jika tidak) Allah akan menimpakan azab kepada kalian lalu kalian berdoa namun tidak dikabulkan."
أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
"Jihad paling utama adalah mengatakan kalimat kebenaran di hadapan penguasa yang dzalim."
3 Syarah / Nasehat Imam Al-Haddad
Kalam Imam Al-Haddad
إِنَّ مَنْ تَهَاوَنَ بِالْأَمْرِ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ فَقَدْ ضَيَّعَ حَقَّ اللهِ
"Sesungguhnya siapa yang meremehkan amar ma'ruf dan nahi munkar, maka sungguh ia telah menyia-nyiakan hak Allah."
Imam Haddad menegaskan bahwa berdakwah bukan tugas sambilan, melainkan pemenuhan hak Allah. Mengabaikannya berarti membiarkan agama Allah diinjak-injak.
Kalam Imam Al-Haddad
وَإِيَّاكَ وَالْمُدَاهَنَةَ فِي الدِّيْنِ لِأَجْلِ نَيْلِ الْمَوَدَّةِ عِنْدَ الْمَخْلُوْقِيْنَ
"Hindarilah olehmu sikap 'Mudaahanah' (basa-basi/menjilat) dalam agama demi meraih kasih sayang (simpati) dari makhluk."
Peringatan keras agar tidak mendiamkan kemungkaran hanya karena ingin disukai orang atau menjaga pertemanan. Kebenaran harus disampaikan meski pahit.
Kalam Imam Al-Haddad
وَأَصْلُ ذَلِكَ أَنَّ الرِّفْقَ وَاللُّطْفَ أَعْوَنُ فِي قَبُوْلِ الْحَقِّ
"Dan prinsip dasarnya adalah: Sesungguhnya kelembutan dan kasih sayang itu lebih membantu dalam (membuat orang) menerima kebenaran."
Metode dakwah Imam Haddad adalah kasih sayang. Kekerasan hanya membuat orang lari. Hati manusia lebih mudah dibuka dengan kunci kelembutan.
Bab 8: Jihad Perjuangan suci di jalan Allah.
5 Dalil Al-Qur'an & Hadits
وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ
"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan sebenar-benar jihad." (QS. Al-Hajj: 78)
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka." (QS. At-Taubah: 111)
رَجَعْتُمْ مِنَ الْجِهَادِ الْأَصْغَرِ إِلَى الْجِهَادِ الْأَكْبَرِ
"Kalian telah kembali dari jihad yang kecil menuju jihad yang lebih besar (jihad melawan hawa nafsu)."
الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ
"Seorang mujahid (pejuang) adalah orang yang berjuang melawan hawa nafsunya."
مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ
"Barangsiapa berperang agar kalimat Allah menjadi yang paling tinggi, maka ia berada di jalan Allah."
3 Syarah / Nasehat Imam Al-Haddad
Kalam Imam Al-Haddad
فَالْمُجَاهِدُ الْحَقِيْقِيُّ مَنْ قَهَرَ نَفْسَهُ وَمَنَعَهَا عَنْ شَهَوَاتِهَا
"Maka mujahid yang hakiki adalah orang yang menundukkan jiwanya dan mencegahnya dari syahwat-syahwatnya."
Imam Haddad menjelaskan bahwa kemenangan fisik tidak ada artinya jika seseorang masih dijajah oleh hawa nafsunya sendiri.
Kalam Imam Al-Haddad
وَعَلَيْكَ بِإِخْلاَصِ النِّيَّةِ فِي الْجِهَادِ لِوَجْهِ اللهِ تَعَالَى
"Dan wajib bagimu mengikhlaskan niat dalam berjihad semata-mata karena Allah Ta'ala."
Jihad tanpa ikhlas (misalnya ingin disebut pahlawan atau cari rampasan perang) adalah sia-sia dan berbahaya.
Kalam Imam Al-Haddad
وَالْهَزِيْمَةُ فِي مُحَارَبَةِ النَّفْسِ أَقْبَحُ مِنَ الْهَزِيْمَةِ أَمَامَ الْعَدُوِّ
"Dan kekalahan dalam memerangi hawa nafsu itu lebih buruk daripada kekalahan di hadapan musuh (kafir)."
Kalah lawan musuh bisa mati syahid, tapi kalah lawan nafsu bisa mati su'ul khatimah dan masuk neraka.
Bab 9: Kekuasaan & Hak-Hak Amanah kepemimpinan dan hak sesama muslim.
5 Dalil Al-Qur'an & Hadits
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya."
مَا مِنْ وَالٍ... يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
"Tiada seorang pemimpin yang mati dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah haramkan surga atasnya."
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak." (QS. Al-Isra: 23)
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ
"Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam." (Salam, Undangan, Nasehat, Bersin, Sakit, Jenazah).
مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
"Jibril terus menerus berwasiat kepadaku tentang tetangga, hingga aku mengira ia akan memberinya hak waris."
3 Syarah / Nasehat Imam Al-Haddad
Kalam Imam Al-Haddad
فَالْعَدْلُ أَسَاسُ الْمُلْكِ ، وَبِهِ قَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ
"Maka keadilan adalah pondasi kerajaan/kekuasaan, dan dengannya tegaklah langit dan bumi."
Kekuasaan tanpa keadilan akan hancur. Keadilan adalah hukum alam yang menjaga keseimbangan tatanan sosial.
Kalam Imam Al-Haddad
وَحَقُّ الْوَالِدَيْنِ أَعْظَمُ الْحُقُوْقِ بَعْدَ حَقِّ اللهِ وَرَسُوْلِهِ
"Dan hak kedua orang tua adalah hak yang paling agung setelah hak Allah dan Rasul-Nya."
Tidak ada manusia yang lebih berjasa daripada orang tua, maka durhaka kepada mereka adalah dosa besar yang disegerakan azabnya.
Kalam Imam Al-Haddad
وَعَلَى الْوُلاَةِ أَنْ يَنْصَحُوْا لِرَعَايَاهُمْ وَيَرْفُقُوْا بِهِمْ
"Dan wajib bagi para pemimpin untuk memberi nasehat kepada rakyatnya dan bersikap lemah lembut kepada mereka."
Pemimpin bukan penguasa yang menindas, tapi pelayan yang mengayomi dan menginginkan kebaikan bagi rakyatnya.
Bab 10: Makanan Halal Kunci terkabulnya doa dan bersihnya hati.
5 Dalil Al-Qur'an & Hadits
كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ
"Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu." (QS. Al-Baqarah: 172)
أَطِبْ مَطْعَمَكَ تَكُنْ مُسْتَجَابَ الدَّعْوَةِ
"Perbaikilah makananmu, niscaya doamu akan dikabulkan."
كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ
"Setiap daging yang tumbuh dari barang haram, maka neraka lebih layak baginya."
دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ
"Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu."
لَعَنَ اللهُ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ
"Allah melaknat pemakan riba dan yang memberi makan riba."
3 Syarah / Nasehat Imam Al-Haddad
Kalam Imam Al-Haddad
فَمَنْ أَكَلَ الْحَرَامَ عَمِيَتْ بَصِيْرَتُهُ وَقَسَا قَلْبُهُ
"Barangsiapa memakan yang haram, maka akan buta mata hatinya dan menjadi keras hatinya."
Makanan haram mematikan sensitivitas spiritual. Hati menjadi gelap dan sulit menerima nasehat atau hidayah.
Kalam Imam Al-Haddad
وَعَلَيْكَ بِالْوَرَعِ فَإِنَّهُ مِلاَكُ الدِّيْنِ
"Dan hendaklah engkau bersikap wara' (hati-hati), karena sesungguhnya wara' adalah penguat agama."
Wara' adalah meninggalkan syubhat (yang samar). Ini adalah benteng agar seseorang tidak terperosok ke dalam yang haram.
Kalam Imam Al-Haddad
وَلاَ تَسْتَصْغِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الشُّبُهَاتِ فَإِنَّ الْجِبَالُ مِنَ الْحَصَى
"Dan janganlah sekali-kali engkau meremehkan sesuatu dari syubhat, karena sesungguhnya gunung itu (terbentuk) dari kerikil."
Meremehkan dosa kecil atau syubhat akan menumpuk menjadi dosa besar yang membinasakan.
Bab 11: Menjaga Hati Menjaga anggota tubuh dan penyakit hati.
5 Dalil Al-Qur'an & Hadits
إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
"Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya." (QS. Al-Isra: 36)
أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً... أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
"Ketahuilah dalam tubuh ada segumpal daging... ketahuilah ia adalah hati."
النَّظْرَةُ سَهْمٌ مَسْمُومٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ
"Pandangan (haram) adalah salah satu panah beracun dari anak panah iblis."
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam."
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi kesombongan."
3 Syarah / Nasehat Imam Al-Haddad
Kalam Imam Al-Haddad
فَالْقَلْبُ هُوَ الْمَلِكُ وَالْجَوَارِحُ رَعِيَّتُهُ وَجُنُوْدُهُ
"Maka hati adalah raja, sedangkan anggota tubuh adalah rakyat dan tentaranya."
Jika rajanya baik, tentara akan patuh berbuat baik. Jika rajanya fasik, tentara akan digunakan untuk maksiat. Perbaikan diri dimulai dari hati.
Kalam Imam Al-Haddad
وَأَخْوَفُ مَا يُخَافُ عَلَى الْمَرْءِ : قَسْوَةُ الْقَلْبِ
"Dan perkara yang paling ditakutkan atas seseorang adalah kerasnya hati."
Hati yang keras tidak mempan nasehat, tidak takut ancaman Allah, dan tidak tersentuh melihat penderitaan orang lain. Ini tanda kecelakaan.
Kalam Imam Al-Haddad
فَطَهِّرْ قَلْبَكَ مِنَ الْأَخْلاَقِ الذَّمِيْمَةِ : كَالْكِبْرِ وَالْحَسَدِ وَالرِّيَاءِ
"Maka bersihkanlah hatimu dari akhlak yang tercela: seperti sombong, dengki, dan riya'."
Tiga penyakit ini (Sombong, Hasad, Riya) adalah induk penyakit hati yang membinasakan amal dan menyeret pelakunya ke neraka.
Ujian Pemahaman
50 Soal Pilihan Ganda. Buktikan pemahaman Anda tentang isi kitab!
Soal 1 / 50
Skor: 0
Pertanyaan...
Lanjut →
Selesai!
Skor Akhir Anda:
0/50
Ulangi Ujian